logo
dpppusat
19 October 2019
INFO UPDATE
PERHATIAN BAGI SELURUH ANGGOTA IKATWI YANG SUDAH REGISTRASI MEMBER DIHARAPKAN AGAR MELAKUKAN PENGAJUAN KEGIATAN P2KB DENGAN MEMASUKKAN NOMOR STR DAN MASA BERLAKU STR | BAGI ANGGOTA YANG BEKERJA DI LUAR WILAYAH YANG DIPILIH HARAP SEGERA TERTIBKAN ADMINISTRASI KEANGGOTAANYA KARENA TIM VERIFIKASI WILAYAH ANDA TIDAK DAPAT MEMVERIFIKASI KEGIATAN ANDA DI CPD ONLINE DI LUAR WILAYAH | MULAI 2019 SEJAK E-STR MULAI DIBERLAKUKAN TIDAK DAPAT MENGURUS STR SECARA MANUAL DIKARENAKAN MTKP DIHAPUS DAN MTKI BERUBAH MENJADI KTKI | HARAP SEGERA MEMPERSIAPKAN DIRI ANDA, BIASAKAN ANDA MENGUPLOAD SETIAP ANDA MELAKUKAN KEGIATAN, AGAR ANDA TERBIASA DAN SIAP DENGAN SISTEM ONLINE YANG DIBERLAKUKAN OLEH PEMERINTAH | CLP EDUCATION | GANGGUAN WICARA, BAHASA DAN KOMUNIKASI SOSIAL PADA ANAK | TUTORIAL PANDUAN CPD ONLINE DALAM BENTUK VIDEO | PANDUAN CPD ONLINE DALAM BENTUK TULISAN

Ibu dengan PCOS Berisiko Melahirkan Anak Autisme

1741530shutterstock-115541407780x390

       Studi baru menemukan ibu yang mengalami polycystic ovarian syndrom (PCOS) cenderung memiliki anak autisme. PCOS lazim dialami lima hingga 15 persen wanita usia subur. PCOS menyebabkan penderitanya mengalami kadar hormon estrogen rendah dan kadar hormon pria androgen yang justru lebih tinggi. Diagnosis PCOS pada ibu hamil meningkatkan risiko autisme pada bayi hingga 59 persen. Penemuan itu mendukung pemikiran bahwa paparan hormon di awal kehidupan mungkin berperan penting terhadap terjadinya autisme pada anak lelaki dan perempuan. Studi ini merupakan yang pertama menghubungkan PCOS dan autisme. Peneliti utama Dr Kyriaki Kosidou dari Department fo Public Health Science di Swedia mengatakan,”Risiko itu meningkat lebih tinggi pada ibu dengan kondisi PCOS dan obesitas, kondisi lazim untuk PCOS yang terkait dengan peningkatan luar biasa hormon androgen.” 

       Periset meneliti database kesehatan dan populasi orang Swedia. Mereka mencermati semua anak usia empat hingga 17 di Swedia antara 1984 dan 2007. Mereka menggunakan data anonim. Tim itu mengidentifikasi mendekati 24.000 kasus autisme dibandingkan dengan 200 ribu kontrol. Kelainan spektrum autisme memiliki sejumlah kelainan perkembangan saraf yang ditandai kelainan interaksi bahasa dan sosial serta perilaku reparatif. Penyebabnya masih belum diketahui namun ada bukti bahwa paparan hormon androgen di masa awal kehidupannya mungkin berperan terhadap terjadinya autisme. Androgen bertanggung jawab untuk membentuk karakter pria. Karena perempuan dengan PCOS memiliki androgen yang tinggi, bahkan juga di masa kehamilan, peneliti membangun hipotesa bahwa kelainan itu mungkin mempengaruhi risiko autisme pada anak-anak. Penelitian itu menemukan proporsi ibu dengan kasus kelainan spektrum autisme memiliki diagnosis PCOS dibandingkan dengan ibu yang tak mengalami PCOS.

       Periset juga menemukan kelainan spektrum autisme terjadi empat kali lipat lebih lazim pada anak lelaki dibandingkan perempuan. Namun tidak ada perbedaan risiko yang diobservasi di antara lelaki dan perempuan. Ditambah paparan androgen saat hamil, pengaruh genetika terbagi antara kedua kondisi itu dapat menjelaskan kaitan antara PCOS dan autisme.Kelainan metabolik yang lazim pada PCOS juga menjelaskan sebagian hubungan antara keduanya. Namun peneliti mengatakan masih membutuhkan studi lebih jauh untuk mengeksplorasi hubungan itu dan mendukung penemuan mereka. Dr Renee Gardner, peneliti senior dalam studi itu mengatakan,”Masih terlalu dini membuat rekomendasi spesifik untuk para dokter dalam hal perawatan wanita hamil dengan PCOS.” Tetapi kesadaran makin besar akan hubungan PCOS dan autisme mungkin memfasilitasi deteksi lebih dini anak dengan kelainan spektrum autisme pada ibu yang sudah terdiagnosa PCOS. Studi ini sudah diterbitkan di jurnal Modern Psychiatry.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com/read/2015/12/10/090000223/Ibu.dengan.PCOS.Berisiko.Melahirkan.Anak.Autisme